-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PELITA DESA: "Pusat Edukasi dan Literasi Informasi Terpadu Masyarakat Desa" Menghidupkan Kembali Perpustakaan Desa Laikang

Kamis, 17 September 2026 | September 17, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T06:58:51Z
PELITA DESA: "Pusat Edukasi dan Literasi Informasi Terpadu Masyarakat Desa" Menghidupkan Kembali Perpustakaan Desa Laikang

Suarametronews.net, Laikang, Takalar — Perpustakaan desa merupakan salah satu sarana yang dapat mendukung masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan dan informasi. Namun, agar dapat berfungsi secara optimal, perpustakaan memerlukan pengelolaan yang baik, mulai dari penataan ruang, perawatan koleksi, hingga penyediaan tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk membaca. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program kerja PELITA DESA (Pusat Edukasi dan Literasi Informasi Terpadu Masyarakat Desa) oleh mahasiswa KKN Unhas Tematik Literasi di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar.

Kegiatan pengelolaan perpustakaan diawali dengan kunjungan pada 11 Juli 2026 ke perpustakaan desa yang berada di Kantor Desa Laikang. Pada kunjungan tersebut, dilakukan pengamatan terhadap kondisi perpustakaan dan koleksi buku yang tersedia. Kondisi perpustakaan saat itu masih belum tertata dan kurang terawat. Banyak buku ditemukan dalam keadaan sobek, basah dan lembap sehingga sebagian besar koleksi tidak lagi dapat digunakan. Hanya beberapa buku yang masih dalam kondisi baik dan dapat diselamatkan.

Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya pengelolaan kembali terhadap perpustakaan desa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memindahkan lokasi perpustakaan ke ruangan yang berada di samping kantor desa. Pemindahan ini dilakukan untuk menyediakan tempat yang lebih sesuai bagi penyimpanan koleksi sekaligus mendukung terciptanya ruang baca yang lebih tertata.

Setelah lokasi baru ditentukan, proses pengelolaan perpustakaan dilakukan secara bertahap. Rak-rak buku dipindahkan ke lokasi baru, kemudian dibersihkan dan ditata kembali. Buku-buku yang masih dapat digunakan juga ditempatkan kembali secara lebih teratur. Selain penataan koleksi, ruangan perpustakaan dihias dengan dekorasi sederhana agar terlihat lebih menarik dan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung.

Pengelolaan perpustakaan juga dilakukan dengan memberikan ruang bagi hasil karya siswa-siswi yang telah mengikuti program kerja literasi sebelumnya. Karya dari kegiatan Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan dan Membuat Proyek Berbasis Buku Bacaan dipajang di dalam perpustakaan. Hal ini menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi juga sebagai ruang untuk menampilkan hasil kreativitas siswa.

Untuk menambah koleksi bacaan, perpustakaan juga dilengkapi dengan sejumlah buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Sementara itu, buku-buku dari perpustakaan lama yang masih dalam kondisi layak turut dipertahankan dan ditempatkan di perpustakaan yang baru. Dengan demikian, koleksi yang tersedia dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

Setelah melalui rangkaian proses pengelolaan, mulai dari pemindahan, pembersihan, penataan koleksi, penataan ruang, dekorasi, hingga penyediaan bahan bacaan, pada 6 Agustus 2026 perpustakaan desa resmi dibuka dan dapat dikunjungi oleh masyarakat.

Melalui program PELITA DESA, pengelolaan perpustakaan Desa Laikang diharapkan dapat mendukung keberadaan perpustakaan sebagai ruang belajar dan membaca bagi masyarakat. Perpustakaan yang telah ditata dan dilengkapi dengan berbagai koleksi bacaan ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dijaga sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Laikang, khususnya anak-anak. Kami juga tak lupa menyiakan satu tempat di pojok yang di sulap menjadi pojok baca tempat ini di harapkan agar adik adik sekolah dasar dapat merasa nyaman dan betah menghabiskan waktu berlama lama di perpustakaan sambil membaca buku
×
Berita Terbaru Update