Menjelang prosesi pengukuhan resmi, jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 berkumpul di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat malam. Pertemuan bertajuk orientasi kepengurusan ini menjadi ajang penting untuk menyelaraskan visi sebelum memulai masa bakti lima tahun ke depan.
Acara dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir (Cak Munir), didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari dan Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang.
Poin Penting Orientasi Pengurus
Dalam arahannya, Cak Munir yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LKBN Antara menekankan bahwa orientasi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan fondasi kerja organisasi. Beberapa fokus utamanya antara lain:
Sinkronisasi Strategi: Memastikan setiap bidang, departemen, direktorat, dan komisi memiliki arah gerak yang seragam.
Profesionalisme Tata Kelola: Membangun manajemen organisasi yang lebih transparan dan efektif.
Solidaritas Kolektif: Menumbuhkan semangat kerja sama tim untuk membesarkan nama PWI.
Etika Berorganisasi: Menekankan pentingnya mendahulukan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
"Berorganisasi artinya siap berkorban," tegas Zulmansyah Sekedang, mengingatkan para pengurus akan tanggung jawab moral yang mereka emban.
Lokasi yang dipilih pun sangat simbolis: Auditorium Monumen Pers Nasional, Surakarta.
Pemilihan tempat ini bukan tanpa alasan. Monumen Pers adalah saksi bisu lahirnya PWI pada tahun 1946, menjadikannya ikon abadi jurnalisme di Indonesia.
Kehadiran Tokoh Penting
Acara pengukuhan diprediksi akan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya:
Meutya Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital) sebagai pembicara utama (keynote speaker).
Gubernur Jawa Tengah dan Wali Kota Surakarta.
Para pimpinan media nasional.
Seluruh jajaran Ketua PWI dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar