Palestina Meradang, Dunia Bungkam

Dilansir dari www.aa.com.tr:

Sebanyak 20 warga Palestina, termasuk lima anak, tewas setelah sebuah bangunan enam lantai yang sebelumnya rusak akibat serangan Israel runtuh di Kota Gaza, sementara banyak orang dilaporkan masih tertimbun reruntuhan.

Menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, bangunan tersebut berada di kawasan As-Sinaa, barat daya Kota Gaza, dan sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan militer Israel.

Data awal menunjukkan sedikitnya 20 warga Palestina tewas, termasuk lima anak, dan sedikitnya 25 lainnya terluka.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan sekitar 100 orang yang diperkirakan tertimbun di bawah reruntuhan.

Juru bicara Direktorat Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal mengatakan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan Israel terpaksa berlindung di bangunan-bangunan yang telah rusak karena tidak memiliki tempat lain untuk tinggal.

"Kita berbicara tentang sekitar 100 orang yang tinggal di bangunan ini. Separuh dari mereka, atau sekitar 50 orang, adalah anak-anak. Tim bekerja sekuat tenaga dengan kemampuan yang sangat terbatas untuk mengeluarkan mereka yang tertimbun reruntuhan," kata Basal.

Basal menyerukan masyarakat internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya dan menyediakan tempat tinggal bagi warga Palestina di Gaza.

Warga berlindung di bangunan rusak karena tak punya pilihan
Warga setempat Ahmed Abu Kuwayk mengatakan para penghuni bangunan sebelumnya telah berulang kali diperingatkan untuk meninggalkan lokasi.

"Orang-orang yang berada di sini tidak tahu harus pergi ke mana. Kami sudah memberi tahu mereka dan berkali-kali memperingatkan agar keluar, tetapi mereka mengatakan, 'Kami harus pergi ke mana? Tidak ada tempat yang bisa kami tuju'," ujarnya.

Abu Kuwayk mengatakan warga Palestina yang mengungsi tidak memiliki kemampuan finansial untuk membayar tempat tinggal sehingga terpaksa berlindung di bangunan yang telah rusak karena tidak memiliki pilihan lain.

Di tengah pembatasan Israel terhadap masuknya kebutuhan dasar ke Gaza, tim pencarian dan penyelamatan terus berupaya menjangkau korban yang tertimbun meski kekurangan peralatan dan alat berat.

50 orang tewas akibat bangunan rusak yang runtuh di Gaza

Tim pencarian dan penyelamatan Gaza memperingatkan sekitar 2.000 bangunan yang rusak akibat serangan Israel mengancam keselamatan warga Palestina yang mengungsi dan tidak memiliki tempat tinggal.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sejauh ini 50 warga Palestina tewas akibat runtuhnya bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan Israel.

Pemerintah Gaza: Ribuan bangunan terancam runtuh
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan warga Palestina yang mengungsi akibat serangan Israel terpaksa tinggal di bangunan tersebut karena tidak memiliki tempat tinggal alternatif yang aman.

Bangunan enam lantai itu memiliki empat apartemen di setiap lantai dan sebelumnya terkena serangan militer Israel. Sejumlah orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan masih tertimbun reruntuhan.

Kantor Media mengatakan peristiwa tersebut mencerminkan semakin parahnya krisis kemanusiaan di Gaza.

Pihaknya juga mengatakan Israel tidak mengizinkan masuknya alat berat, peralatan penyelamatan, dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam situasi bencana ke Gaza sehingga menghambat operasi penyelamatan dan respons kemanusiaan.

Sekitar 8.500 jenazah diperkirakan masih berada di bawah reruntuhan di seluruh Gaza akibat serangan Israel, menurut pernyataan tersebut.

Kantor Media juga memperingatkan ribuan bangunan rusak di Gaza dapat runtuh sewaktu-waktu. Namun, keluarga-keluarga yang mengungsi masih tinggal di bangunan tersebut karena tidak tersedia tempat tinggal alternatif maupun lahan untuk membangun pusat penampungan baru.

Seruan kepada organisasi internasional

Kantor Media Pemerintah Gaza menyerukan negara-negara di dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan organisasi internasional untuk mengambil langkah guna mengakhiri blokade terhadap Jalur Gaza, membuka seluruh perlintasan, serta memungkinkan masuknya alat berat dan peralatan yang dibutuhkan tim penyelamat dan pertahanan sipil.

"Kami menyerukan kepada seluruh negara di dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi internasional untuk mengambil tindakan guna mencabut blokade terhadap Jalur Gaza, membuka seluruh perlintasan, serta segera mengirimkan kendaraan, peralatan, dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk operasi penyelamatan dan pertahanan sipil. Kami juga meminta agar kebutuhan bantuan kemanusiaan yang mendesak dan diperlukan di Jalur Gaza dipenuhi," kata pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menyebut Israel melakukan genosida di Gaza dan menyerukan agar tindakan tersebut dihentikan. Kantor Media juga menyebut sikap diam internasional terhadap apa yang disebutnya sebagai kejahatan Israel sebagai "memalukan."

PBB serukan izin masuk alat berat dan bahan bakar

Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Ramiz Alakbarov menyatakan kesedihannya atas laporan mengenai orang-orang yang masih tertimbun setelah sebuah bangunan runtuh di Gaza.

"Saya sangat sedih dengan laporan bahwa orang-orang masih terjebak di bawah reruntuhan setelah sebuah bangunan runtuh di Gaza dan nyawa mereka berada dalam bahaya ketika operasi pencarian dan penyelamatan yang dipimpin pertahanan sipil masih berlangsung," katanya dalam pernyataan tertulis.

Alakbarov mengatakan PBB akan memberikan dukungan kepada para penyintas berupa layanan kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan penting lainnya dengan memanfaatkan persediaan terbatas yang masih tersedia di Gaza.

"Nyawa masih bisa diselamatkan. Segala upaya harus dilakukan untuk menjangkau mereka yang berada di bawah reruntuhan," katanya.

Dia mengatakan ratusan bangunan rusak di Gaza yang telah dinyatakan tidak aman masih ditempati karena warga tidak memiliki pilihan lain. Tragedi tersebut kembali menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi keluarga yang tinggal di bangunan semacam itu serta mendesaknya kebutuhan akan tempat tinggal yang lebih aman.

"Tidak seorang pun seharusnya mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mendapatkan tempat yang aman untuk berlindung," kata Alakbarov.

Dia juga menyerukan pemberian izin segera untuk memasukkan alat berat, peralatan khusus, oli mesin, dan bahan bakar yang dibutuhkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan ke Gaza.

Enam orang tewas dalam serangan Israel meski gencatan senjata

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan enam orang tewas dan 71 lainnya terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir meski gencatan senjata masih berlaku.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, sebanyak 1.381 orang tewas dan 4.757 lainnya terluka akibat serangan Israel, sementara 831 jenazah telah dievakuasi dari bawah reruntuhan, menurut kementerian tersebut.

Kementerian mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 73.795 orang, sementara 174.869 lainnya terluka.

Ribuan jenazah diperkirakan masih berada di bawah reruntuhan di berbagai wilayah Jalur Gaza.

1. Palestina dalam Al-Qur’an

a. Tanah yang Diberkahi

Allah SWT menyebut Palestina sebagai tanah yang diberkahi. Dalam Surah Al-Isra ayat 1, Allah berfirman:

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya..."
(QS. Al-Isra: 1)

Masjid Al-Aqsha, yang berada di Yerusalem, Palestina, disebut sebagai tempat yang diberkahi sekelilingnya. Ini menunjukkan keutamaan Palestina dalam pandangan Islam.

b. Negeri Para Nabi

Palestina juga dikenal sebagai tanah para nabi. Banyak nabi yang diutus di wilayah ini, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, hingga Nabi Isa. Dalam Al-Qur'an disebutkan:

"Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya: 71)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa negeri yang dimaksud adalah Syam, termasuk Palestina di dalamnya. Ini menunjukkan betapa istimewanya Palestina sebagai pusat dakwah para nabi.

c. Tanah Perjuangan Melawan Kezaliman

Palestina juga dipotret dalam Al-Qur'an sebagai tanah yang menuntut perjuangan dan pembelaan dari orang-orang beriman. Dalam Surah Al-Maidah ayat 21, Allah memerintahkan Bani Israil untuk memasuki tanah suci (Al-Ardh Al-Muqaddasah) yang dikaruniakan kepada mereka.

"Hai kaumku, masuklah ke tanah suci yang telah ditentukan Allah bagimu..."
(QS. Al-Maidah: 21)

2. Palestina dalam Hadits Nabi

a. Keutamaan Shalat di Masjid Al-Aqsha

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah layak seseorang melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha."
(HR. Bukhari, No. 1189; Muslim, No. 1397)

Hadits ini menunjukkan bahwa Masjid Al-Aqsha memiliki keutamaan spiritual luar biasa, sejajar dengan dua masjid suci lainnya.

b. Palestina Sebagai Kiblat 

Pertama Umat Islam
Sebelum menghadap ke Ka'bah, Rasulullah SAW dan para sahabat awalnya shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis di Palestina. Ini menunjukkan betapa eratnya hubungan spiritual umat Islam dengan tanah Palestina.

c. Palestina di Akhir Zaman

Dalam hadits akhir zaman, Palestina disebut sebagai tempat berkumpulnya umat Islam untuk melawan kezaliman. 

Rasulullah SAW bersabda:

"Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tampil membela kebenaran, mereka menang melawan musuh-musuh mereka hingga datang keputusan Allah. Mereka tetap seperti itu hingga akhir zaman."
Lalu para sahabat bertanya: "Di mana mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Di Baitul Maqdis dan sekitar Baitul Maqdis." 
(HR. Ahmad, No. 22320).

Hadits ini menggambarkan bahwa Palestina akan selalu menjadi pusat perjuangan mempertahankan kebenaran hingga hari kiamat.

3. Palestina dan Tanggung Jawab Umat Islam

Dari perspektif Al-Qur'an dan hadits, Palestina bukan sekadar isu lokal bangsa Palestina saja, melainkan isu akidah dan tanggung jawab seluruh umat Islam. Membela Palestina adalah bagian dari membela kehormatan Islam, menjaga tanah suci, serta melanjutkan amanah para nabi. Ini bukan sekadar masalah politik, melainkan panggilan iman.

Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku." 
(QS. Al-Anbiya: 92).

Demikian betapa pilu nya Palestina saat ini, bingung, tak ada tempat aman, tak ada perlindungan, lapar, bahkan kematian bisa menghadang mereka kapan saja.

Sistem sekuler kapitalis jahat sukses membuat seluruh negeri-negeri muslim sedunia, PBB keamanan dunia hanya mampu mengutuk tanpa tindakan nyata menolong Palestina.

Semua bungkam oleh sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan yang menciptakan sekat-sekat nasionalisme yang membuat semua abai, tidak peduli, tidak merasa bersalah bahkan menganggap bukan urusan nya. 

Hanya sistem Islam kaffah yang mampu mengembalikan harkat martabat muslim sedunia, mempersatukan umat Islam sedunia dengan gagah berani dan mensejahterakan umat manusia muslim dan non muslim sekalipun di dunia dan akhirat.

Penjajahan di atas dunia ini, baik fisik maupun non fisik hanya mampu dihapuskan sampai ke akarnya dengan penerapan Islam kaffah yang pernah terjadi selama 13 abad lamanya yang pernah diterapkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Oleh karena itu perlu kita jadi bagian agen perubahan dengan memperluas ilmu pengetahuan terutama ilmu agama Islam kaffah,  dakwah jamaah tiada jemu pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW. Terus berjuang hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.

Wallahu 'alam bissawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama