Penangkapan Anak di Bawah Umur, Strategi Israel Menghancurkan Palestina

Penangkapan Anak di Bawah Umur, Strategi Israel Menghancurkan Palestina

Oleh. Ana Mujianah 


Pusat Pembela Tahanan Palestina (Palestinian Center for Prisoners Defense) mengungkapkan bahwa hingga awal Agustus 2026, tak kurang dari 370 anak-anak Palestina telah ditangkap dan dijebloskan ke dalam sel-sel Israel, terutama di Penjara Megiddo dan Ofer. Mereka berdesakan dengan lebih dari 9.400 total warga Palestina yang ditahan tanpa kepastian hukum (Spirit of Aqsa, 25/8/2026).

Penangkapan anak-anak Gaza oleh Zionis Israel bukan hanya sekali dilakukan tetapi telah menjadi hal rutin bahkan mungkin sengaja direncanakan untuk melemahkan Palestina. Kesaksian tahanan anak-anak yang telah dibebaskan menyebutkan adanya penyiksaan dan penganiayaan terhadap mereka termasuk tidak adanya pemenuhan kebutuhan dasar yang layak berupa makanan dan akses mck. Sementara di satu sisi, mereka tidak mengerti atas dasar kesalahan apa mereka ditangkap.

Kekerasan yang dialami oleh tahanan anak-anak selama berada dalam sel Israel telah meninggalkan trauma mendalam, tidak hanya fisik tapi juga psikis. Ketika mereka dibebaskan, pengalaman buruk yang mereka terima selama dalam masa tahanan Israel, menjadikan anak-anak ini senantiasa diliputi rasa cemas dan takut. Akibatnya, mereka cenderung menarik diri dan sulit belajar. Inilah yang ditargetkan Zionis, menghancurkan masa depan Gaza dengan melemahkan generasi penerusnya.

Kekejaman Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina tak berhenti di situ. Dengan dalih penahanan administratif, Israel dapat menahan warga Palestina termasuk anak-anak tanpa dakwaan resmi atau melalui proses pengadilan. Israel juga dapat memperpanjang masa tahanan secara sepihak tanpa alasan yang jelas (Investor.ID, 29/2026). 

Ini sungguh kekejaman yang dipertontonkan secara nyata. Namun mirisnya, dunia Islam seakan tutup mata. Meski Komisi Penyelidik PBB telah menyampaikan bahwa Israel telah menargetkan anak-anak untuk menghancurkan bangsa Palestina, tapi pemimpin dunia Islam diam. Seakan mereka rela jika Palestina benar-benar hilang dari peta dunia.

Tindakan Israel menangkap anak-anak Palestina jelas merupakan pelanggaran perang dan kemanusiaan. Hal ini jelas bertentangan dengan hukum perang secara umum dan syariat Islam khususnya, bahwa anak-anak, perempuan, dan mereka yang tidak ikut berperang tidak boleh diserang. Tapi faktanya, Israel mengabaikan semua itu dan dunia mendiamkannya.

Dalam Islam, tawanan perang harus diperlakukan secara manusiawi. Mereka tidak boleh disiksa bahkan harus dipenuhi kebutuhan dasarnya. Islam melarang menyiksa dan membunuh tawanan perang tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat yaitu bahwa dia termasuk tawanan yang berbahaya bagi keamanan negara. Itu terhadap tawanan dewasa, apalagi anak-anak, wanita, dan orang-orang yang tidak ikut berperang. Mereka adalah orang-orang yang harus dilindungi dalam perang. Namun, semua pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan oleh Israel dan dunia Islam tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya.

Wahai kaum muslimin di mana pun berada, saatnya buka mata, hati, dan telinga. Lihatlah kekejaman yang dilakukan Zionis Israel! Ini tidak sekadar penjajahan, tapi penghancuran nyata yang mengarah pada genosida terhadap saudara kita di Palestina. Mereka menangkap, menyiksa, merampas rumahnya, dan menghancurkan masa depan anak-anak Palestina. Masihkah kita diam saja?

Saat negara-negara di dunia tak bisa lagi jadi sandaran dan harapan, janganlah berputus asa. Sesungguhnya kita masih punya kekuatan untuk melawan. Menghentikan segala bentuk kezaliman yang dilakukan oleh Zionis Israel dan sekutunya, Amerika Serikat. Umat Islam memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh Zionis dan sekutunya, yaitu semangat jihad karena iman. Namun, kekuatan itu tidak bisa dilakukan jika hanya sendirian. Ibarat sapu lidi, jika hanya sebatang maka akan mudah patah, tapi jika seikat maka akan kuat. 

Begitupun dengan umat Islam. Umat ini memiliki potensi menjadi bangsa yang besar jika bersatu. Hal ini pun telah terbukti. Dari masa Rasulullah saw. hingga kekhilafahan Turki Utsmani, Islam mampu menguasai hampir dua pertiga dunia. Kenyataan inilah sesungguhnya yang ditakutkan oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat. Kebangkitan kembali Islam untuk menguasai dunia. 

Oleh karenanya,.wahai umat Islam, bangkitlah. Bersatulah di bawah satu payung institusi Khilafah Islam. Jadilah pelindung bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Karena tanpa adanya institusi tersebut, umat Islam bagai ayam yang kehilangan induknya. Tercerai berai dan lemah sehingga mudah dihancurkan. 

Wallahualam bissawab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama