PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan terus berinovasi untuk meningkatkan daya saing pendidikan di kancah internasional. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah peluncuran program Bilingual (dua bahasa) dan Digitalisasi Sekolah yang diproyeksikan mulai berjalan penuh pada tahun ajaran baru 2026.
Kepala SMPN 31 Padang, Riza Wisriani, M.Pd, menyatakan kesiapan sekolahnya dalam mendukung program unggulan pemerintah kota tersebut. Menurutnya, terobosan ini sangat krusial agar guru dan siswa memiliki kompetensi yang setara dengan negara-negara maju.
"Pemerintah Kota Padang saat ini tengah memfokuskan diri pada program bilingual dan digitalisasi. Kami di SMPN 31 Padang sedang melakukan persiapan matang menyambut tahun ajaran baru 2026 mendatang," ujar Ibu Riza dengan senyum ramah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/1).
Dalam implementasinya, program bilingual ini mewajibkan penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan sehari-hari di lingkungan sekolah. Tak hanya bagi siswa, para tenaga pendidik pun kini mulai intensif membiasakan diri.
Ibu Riza mengungkapkan bahwa para guru sudah mulai aktif menyampaikan materi pelajaran menggunakan Bahasa Inggris. Meski dalam tahap adaptasi, antusiasme para guru sangat tinggi.
"Meski terkadang masih ada yang terbata-bata, namun antusiasme para guru begitu luar biasa. Mereka berupaya keras agar bisa fasih menyampaikan mata pelajaran kepada siswa dalam Bahasa Inggris," ungkap Ibu Riza.
Pihak sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa agar mulai membiasakan diri berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris di lingkungan sekolah setiap harinya.
Selain berfokus pada kecakapan bahasa, SMPN 31 Padang kini tengah mematangkan aspek digitalisasi pendidikan. Program ini bertujuan mentransformasi metode pengajaran konvensional ke arah yang lebih modern melalui pemanfaatan platform digital dan konten pembelajaran yang interaktif.
Untuk mendukung visi tersebut, pihak sekolah memanfaatkan bantuan teknologi berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis pintar. "Sekolah kami memanfaatkan platform IFP yang diterima dari pemerintah. Sebenarnya, seluruh sekolah di Indonesia menerima satu unit IFP ini untuk mendukung proses belajar mengajar," jelas Ibu Riza.
Ia menambahkan bahwa persiapan digitalisasi ini dilakukan secara matang demi meningkatkan kualitas pengajaran di kelas. "Dengan konten yang lebih modern dan interaktif, kami berharap siswa dapat menyerap materi dengan lebih cepat sekaligus menjadi lebih akrab dengan perkembangan teknologi," tuturnya.
Melalui sinergi antara kemampuan bahasa internasional dan penguasaan teknologi, kualitas pendidikan di Kota Padang diharapkan dapat mengalami lonjakan yang signifikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mencetak lulusan yang mampu menjadi pemain utama dan bersaing secara kompetitif di era global.**