Dibalik Pemecatan Purbaya


Oleh : Nina Iryani, S.Pd


Purbaya Yudhi Sadewa mengakui perombakan pejabat Kementerian Keuangan yang dilakukan beberapa waktu lalu menjadi salah satu penyebab pemecatannya sebagai Menteri Keuangan. Hal ini disampaikan Purbaya usai serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Suahasil Nazara.
"Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya," ujar Purbaya usai sertijab di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Purbaya menyebut reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Saat ditanya apakah ada berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang diambilnya selama memimpin, Purbaya menyebut kebijakan tersebut berkaitan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

"Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja. Kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan Presiden, aman lah itu," tambah Purbaya.

Kendati begitu, ia telah memperkirakan pemecatan dirinya akan tiba. Namun, ia baru mengetahui saat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menghubunginya.

"Ya kita udah hitung-hitung, kira-kira fifty-fifty lah, tapi baru tahunya waktu itu," jelasnya.

Purbaya juga membantah pemecatannya ini berkaitan dengan dividen Danantara. "Nggak ada," tegasnya.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah kelompok di antara kamu (juga). Janganlah kamu mengira bahwa peristiwa itu buruk bagimu, sebaliknya itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di antara mereka, dia mendapat azab yang sangat berat."
(TQS. An-Nur ayat 11).

Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka teliti lah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan mu yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu."
(TQS. Al-Hujurat ayat 6).

Dikabarkan saat sedang rapat anggota Dewan, Purbaya dipecat merupakan sesuatu yang sempat ramai di jagat maya.

Jika pun itu karena pergantian anggota atau masa kerja Purbaya habis, seharusnya ada Tabayyun atau diteliti dari pemberi dan penerima amanah, harusnya jika sudah tidak dipekerjakan pun tidak perlu datang rapat dan harus nya sudah di umumkan pada publik sebelumnya. Sehingga tidak terjadi perbincangan warga net.

Beginilah potret buram sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, yang segalanya seolah tanpa persiapan, menimbulkan kegaduhan publik, tata kelola administrasi kepegawaian tidak terlalu dipentingkan, tata tertib pergantian anggota pun tidak dijelaskan detail hari, waktu dan tempat serah terima dengan terang-terangan.

Kinerja dan perubahan pun tak pernah benar-benar terjadi untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Yang di pelosok tak tersentuh listrik, akses jauh untuk pendidikan dan kesehatan tetap begitu saja. Yang metropolitan gedung-gedung pencakar langit terkenal kapitalis kejam pekerjaan dengan sederet syarat kerja dan gaji pas-pasan.

Tak ada yang benar-benar berubah dalam sekuler kapitalis kecuali semakin memburuk keadaannya meskipun ganti-ganti pemimpin.

Berbeda hal nya dengan sistem Islam kaffah yang solusi nya tuntas sampai akar masalah untuk semua jenis masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, sosial, budaya segala mulai dari bangun tidur sampai bangun negara. Bahkan sejahteranya kehidupan dibawah naungan Islam kaffah terbukti 13 abad tercatat sejarah luar biasa baik muslim maupun non muslim. Tabayyun bagi tiap pejabat, pergantian para pemimpin jelas, adil dan jujur dalam segala hal.

Oleh karena itu jadikan diri kita cerdas dengan Islam kaffah dengan terus belajar sungguh-sungguh, dakwah jamaah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW. Berjuang hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.

Wallahu 'alam bissawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama