Notification

×

Iklan

Halaman

Iklan

Tag Terpopuler

ANTARA TAKBIR DAN AIR MATA ANAK DURHAKA

Senin, 25 Mei 2026 | Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T06:22:23Z
Imah Yuliati Sefiani

Imah Yuliati Sefiani


Di saat suara takbir menggema begitu indah,

ada hati kecil yang terasa sesak tak terkira,

di saat orang lain bersiap memakai baju baru,

ada mata yang basah menatap langit dengan dosa.


Aku mendengar pujian agung nama-Nya bergema,

namun ingatanku tertuju pada kedua orang tua,

yang dulu kianianya aku jawab dengan ketus,

yang dulu kasih sayangnya aku balas dengan amarah.


Betapa banyak kata kasar pernah terucap dari bibir,

betapa banyak waktu mereka yang kusinggahkan,

menganggap nasihat itu beban, menganggap perhatian itu gangguan,

hingga kini sadar... aku telah menanam duri di hati mereka.


Takbir berkata bahwa Allah Maha Besar dan Maha Pengampun,

namun ampunkah Tuhan jika orang tua belum memaafkan?

Air mataku jatuh berderai membasuh kedua pipi,

menyadari bahwa dosa pada mereka adalah dosa terbesar.


Di antara irama suci dan tangis penyesalan ini,

kukirimkan doa sejauh jarak memisahkan raga,

memohon ampun sebesar-besarnya pada Ayah Ibu,

bahwa anakmu ini sadar, menyesal, dan ingin kembali menjadi baik.


Hanya restu merekalah kunci masuk surga-Nya,

hanya maaf merekalah yang bisa hapus gelap di dada,

di hari raya ini, permohonan maafku paling dalam,

maafkan anakmu yang pernah menjadi durhaka dan lupa diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update