Langit yang dulu legam dan mencekam kini mulai memudar,
Menyisakan semburat pelangi di sela-sela sisa luka yang memar.
Gemuruh yang dulu menghancurkan dinding-dinding dada,
Kini tunduk, melunak menjadi melodi yang menenangkan jiwa.
Badai telah berlalu, membawa pergi semua pilu,
Meninggalkan puing yang kini kurangkai menjadi menara baru.
Tak ada lagi gigil ketakutan yang membuat langkahku ragu,
Sebab aku telah melampaui amukan ombak yang paling buta di masa lalu.
Kini aku berdiri tegak di tepian cahaya yang benderang,
Memandang luka lama yang kini telah berkilau menjadi permata.
Terima kasih, badai... tanpa hantamanmu yang keras,
Aku takkan pernah tahu seberapa tangguh jiwaku bisa terlepas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar